Kamis, 21 Maret 2013

Pengaruh Geografis Indonesia Terhadap Kehidupan Manusia



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai mempunyai wilayah perairan dan daratan. Dari kondisi letak Indonesia menyebabkan penduduknya multikultural, mempunyai dua musim, beriklim tropis, disebut sebagai negara maritim dan kepulauan, mempunyai beragam flora dan fauna, kaya akan sumber daya alam hayati dan non hayati.
B.     Rumusan Masalah
1.      Dimana letak negara Indonesia?
2.      Bagaimana hubungan letak geografis dengan perubahan musim di Indonesia dan pengaruh letak geografis terhadap keadaan penduduk?
3.      Apa serta bagaimana persebaran jenis flora dan fauna di Indonesia berikut upaya pelestariannya?
4.      Bagaimana Penduduk Indonesia?
5.      Bagaimana kegiatan ekonomi penduduk Indonesia?
C.     Tujuan Penulisan
1.      untuk mengetahui letak Indonesia
2.      untuk mengetahui bagaimana hubungan letak geografis dengan perubahan musim di Indonesia dan pengaruh terhadap keadaan penduduk
3.      untuk mengetahui jenis dan persebaran flora dan fauna di Indonesia berikut upaya pelestariannya.
4.      untuk mengetahui penduduk Indonesia
5.      untuk mengetahui kegiatan ekonomi penduduk Indonesia






BAB II
PENGARUH GEOGRAFIS INDONESIA TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA
A.    Letak Indonesia
Untuk mempelajari secara menyeluruh wilayah Indonesia, maka kita perlu mengetahui minimal letak Indonesia, baik letak astronomis maupun letak geografisnya.
1.      Letak Astronomis
Letak astronomis suatu Negara ialah letak suatu Negara didasarkan pada posisinya terhadap garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal pada peta, atlas maupun globe yang melintang dari barat ke timur atau sebaliknya (arah horizontal). Garis lintang ini dapat dipergunakan untuk menentukan perbedaan iklim di muka bumi.[1]
Berdasarkan letak astronomisnya, Negara Indonesia terletak antara 60 LU – 110 LS dan 940 BT – 1410 BT. Wilayah Indonesia paling utara adalah Pulau We, yang terletak pada 60 LU dan paling selatan adalah Pulau Roti di Nusa Tenggara Timur yang terletak pada 110 LS. Wilayah Indonesia paling barat adalah Pulau Sumatera yang terletak pada 940 BT dan paling timur adalah kota merauke yang terletak pada 1410 BT.
Dari letak Indonesia secara astronomis mengakibatkan wilayah Indonesia dibagi dalam tiga daerah waktu dengan selisih masing-masing 1 jam. Ketiga daerah waktu tersebut antara lain:
a.       Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), meliputi daerah Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.
b.      Waktu Indonesia Bagian tengah (WITA), meliputi daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi.
c.       Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), meliputi daerah Kepulaun Maluku, Irian.[2]
Selain mengakibatkan wilayah Indonesia dibagi dalam tiga daerah waktu, ternyata Indonesia juga berada dalam garis khatulistiwa yang menyebabkan wilayahnya mempunyai musim hujan dan kemarau, menjadi pusat daerah perdagangan, menyebabkan masyarakatnya multikultural, mempunyai banyak flora dan fauna.
2.      Letak Geografis
Letak geografis yaitu letak suatu daerah atau negara dilihat dari kenyataannya di permukaan bumi dibandingkan dengan posisi daerah itu pada bola bumi dibandingkan dengan posisi daerah lain. Secara geografis, wilayah Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu benua Asia dengan benua Australia serta samudera Hindia dengan samudera Pasifik.[3]
Akibat pengaruh letak geografis wilayah Indonesia antara lain:
a.       Kepulauan Indonesia sangat dipengaruhi oleh laut, hal ini berarti:
·  Udaranya selalu lembab karena banyak mengandung uap air dan hujan. Keadaan tersebut menyebabkan kepulauan Indonesia mempunyai hutan-hutan yang lebat. Keadaan tersebut juga menguntungkan usaha perkebunan dan cocok untuk berbagai jenis pertanian.
·  Penduduk Indonesia banyak hidup dari kekayaan laut, misalnya nelayan dan perhubungan laut.
b.      Kepulauan Indonesia berada pada posisi silang, sehingga:
·  Wilayah Indonesia merupakan pertemuan kebudayaan dari berbagai bangsa seperti kebudayaam islam, hindu, budha dan lain-lain.
·  Indonesia berada di persimpangan jalur lalu lintas dunia yang sangat ramai, baik jalur pelayaran maupun penerbangan.

B.     Hubungan Letak Geografis dengan Perubahan Musim di Indonesia dan Pengaruh Letak Geografis Terhadap Keadaan Penduduk
a.       Hubungan letak geografis dengan perubahan musim di Indonesia
Letak Negara Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera berpengaruh terhadap iklim di Indonesia. Negara Indonesia memiliki iklim musim yang bergantian setiap 6 bulan sukali, yang disebabkan oleh adanya hembusan dua macam angin musim sebagai berikut.


1.      Angin Musim Barat Laut
Pada waktu benua Asia mengalami musim dingin, yaitu pada bulan Oktober sampai Maret, di Indonesia bertiup angin musim barat laut. Angin musim barat laut membawa uap air yang banyak dari samudera Hindia. Uap air ini akan mengembun dan jatuh sebagai hujan di Indonesia, sehingga di Indonesia berlangsung musim hujan.
2.      Angin Musim Tenggara
Pada waktu benua Australia mengalami musim dingin sekitar bulan April-September, di Indonesia bertiup angin musim tenggara yang berasal dari benua Australia. Angin tersebut hanya melalui lautan yang sempit, sehingga tidak banyak membawa uap air. Akibatnya, di Indonesia berlangsung musim kering atau musim kemarau. Dengan demikian, Indonesia mengalami musim hujan dan musim kemarau bergantiam tiap setengah tahun. Keadaan iklim semacam ini disebut iklim musim.
Pergantian musim terjadi sekitar bulan oktober, yaitu ditandai dengan terjadinya kelokan-kelokan angin dan terkadang tidak jelas arahnya dan angin local lebih berperan di tempat-tempat tertentu. Keadaan semacam ini dinamakan musim pancaroba. Peralihan musim penghujan ke musim kemarau disebut musim mareng. Sebaliknya, peralihan musim kemarau ke musim penghujan disebut musim labuh.
b.      Pengaruh Letak Geografis Terhadap Penduduk
Karena Indonesia terletak pada posisi silang (cross position) antara dua benua dan dua samudra, maka pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia adalah sebagai berikut.
1.      Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban dan   agama.
2.      Indonesia terletak di antara negara-negara berkembang, sehingga memiliki banyak mitra kerja sama.
3.      Lalu lintas perdagangan dan pelayaran di Indonesia cukup ramai, sehingga menunjang perdagangan di Indonesia dan menambah sumber devisa negara.




C.    Jenis serta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Berikut Upaya Pelestariannya
1.    Pengertian Flora dan Fauna di Indonesia
Flora sering diartikan sebagai dunia tumbuh-tumbuhan. Flora merupakan semua tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu daerah, pada zaman tertentu. Adapun fauna sering diartikan sebagai dunia hewan, yaitu semua hewan yang hidup di suatu daerah pada zaman tertentu.
a.       Flora
Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora di Indonesia antara lain:
·  Iklim, terutam pengruh suhu udara dan curah hujan. Suhu akan berpengaruh terhadap jenis tumbuhan yang mampu hidup di suatu daerah. Daerah yang curah hujan tinggi biasanya memiliki jenis tanaman yang lebat.
·  Keadaan tanah, keadaan tanah yang berbeda akan menentukan jenis flora yang hidup disuatu daerah.
·  Relief tanah, relif tanah sangat penting artinya terhadap berbagai variasi (panas, sedang, sejuk dan dingin), sehingga menimbulkan tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan karena kecocokan suhu.
Jenis-jenis flora di Indonesia
1)   Hutan hujan tropis. Hutan ini merupakan hutan rimba yang memiliki hutan lebat. Jenis hutan ini banyak terdapat di daerah tropis atau daerah yang mengalami hujan sepanjang tahun. Hutan ini sering disebut dengan hutan heterogen, karena tumbuhannya terdiri dari berjenis-jenis pohon. Jenis hutan ini banyak terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Irian.
2)   Hutan musim. Jenis hutan ini sering disebut dengan hutan homogeny,karena tumbuhannya hanya terdiri dari satu jenis. Hutan ini bercirikan gugurnya daun-daun pohon di hutan pada musim kemarau. Seperti: hutan jati, cemara dan pinus. Jenis hutan ini banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian tengah.
3)   Hutan bakau. Pohon-pohon hutan ini memiliki akar yang menjulang di atas permukaan air laut pada waktu air laut surut dan terendam pada waktu air laut pasang. Akar pohon bakau dapat menahan hantaman ombak air laut. Hutan ini banyak tumbuh di dataean rendah dan di pantai yang banyak lumpurnya. Hutan bakau banyak tumbuh di daerah timur Sumatera, pantai Riau, dan pantau Pulau Jawa.
4)   Stepa (padang rumput). Stepa merupakan lahan yang ditumbuhi rumput-rumput tanpa pepohonan lainnya. Jenis padang rumput ini banyak terdapat di daerah yang curah hujannya sedikit atau yang mengalami kemarau cukup panjang. Daerah ini biasanya digunakan sebagai lahan peternakan. Di Indonesia stepa banyak terdapat di Sumbawa, Flores dan Timor.
5)   Sabana. Sabana memiliki cirri daerah padang rumput yang kuas dengan diselingi pohon-pohon atau semak-semak disekitarnya. Daerah ini mengalami musim kemarau yang panjang dan bersuhu panas. Di Indonesia sabana terdapat di Nusa Tenggara, Madura dan di dataran tinggi Gayo (Aceh).
6)   Padang lumut. Padang lumut terjadi karena pengaruh cuaca dingin. Daerah yang dingin biasanya banyak terdapat di puncak-puncak gunung. Untuk di Indonesia, padang lumut terdapat di puncak jaya Wijaya (Papua/Irian Jaya).
b.      Fauna
Negara Indonesia merupakan Negara kepulauan yang kaya akan fauna. Kekayaan fauna ini dipengaruhi oleh letak geologis Negara Indonesia.
Pembagian fauna
Fauna di Indonesia menurut Alferd Weber dan Wallace di bagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut
·  Fauna Asiatis, menempati wilayah Indonesia bagian Barat. Wilayah ini meliputi pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Makasar dan Selat Lombok. Jenis fauna Asiatis antara lain: harimau, gajah, badak, kera, beruang dan tapir.
·  Fauna Australiatis, menempati wilayah Indonesia bagiam timur. Wilayah ini meliputi pulau Irian, Kepualauan Aru. Jenis fauna Australitis antaralain burung cindrawasih, kasuari dan kanguru.
·  Fauna peralihan, hewan yang berada di daerah ini merupakan peralihan dari fauna Australistis dan Asiatis.  Wilayahnya meliputi pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara. Jenis fauna peralihan antara lain burung kakaktua, burung maleo, kus-kus, babi, rusa, anoa dan komodo.
2.    Upaya Pelestarian Flora dan Fauna
a.       Pelestarian flora di Indonesia dilakukan dengan cara membuat cagar alam di daerah-daerah tertentu. Cagar alam adalah kawasan hutan yang dilindungi untuk mempertahankan atau melestarikan jenis flora tertentu agar dapat berkembang biak secara alami.
b.      Pelestarian fauna di Indonesia dilakukan dengan cara membuat suaka margasatwa di daerah tertentu. Suaka margasatwa adalah wilayah alam yang dilindungi dan digunakan untuk melindungi fauna.
Contoh-contoh cagar alam dan suaka margasatwa antara lain sebagai berikut
Ø  Cagar alam di Kalimantan Timur untuk perlindungan berbagai jenis anggrek.
Ø  Cagar alam di Sumatera untuk perlindungan bunga terbesar di dunia seperti bunga Rafflesia arnoldi dan bunga bangkai yang merupakan bunga tertinggi di dunia.
Ø  Suaka margasatwa Baluran (Jawa Timur) untuk perlindungan jenis kerbau liar dan banteng.
Ø  Suaka margasatwa Panunjang Pangandaran (Jawa Barat) untuk perlindungan hewan-hewan seperti rusa, babi hutan, dan banteng.
Ø  Suaka margasatwa ujung kulon (Banten) untuk perlindungan banteng, buaya, rusa, badak bercula dan burung merak.
Ø  Kebun raya Bogor (Jawa Barat) untuk perlindungan dan pelestarian, pengembangan dan penelitian berbagai jenis tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Di kebun raya Bogor dapat dijumpai pula induk kelapa sawit dari Afrika dan karet dari Amerika serikat.
Ø  Suaka margasatwa Gunung Gede (Bogor) untuk perlindungan kijang.
Ø  Suaka margasatwa Pulau Komodo untuk perlindungan komodo, kuda dan kerbau liar.
Ø  Suaka margasatwa Gunung leuser (NAD) untuk perlindungan harimau sumatera, badak sumatera dan orang utan. [4]

D.    Penduduk Indonesia
Sebagian besar penduduk Indonesia berasal dari bangsa Melayu dan sebagian kecil dari bangsa Cina. selain itu, penduduk indonesia terdiri dari berbagai suku yang beraneka ragam, seperti Suku Dayak, Suku Jawa, Suku Baduy, Suku Mentawai, Suku Anak dalam, Suku Dani, Suku Sunda, Suku Batak dan lain sebagainya.
Secara demografis Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari 17.506 pulau, panjang garis pantai lebih dari 80.570 km, luas laut teritorial sekitar 285.005 km, luas laut perairan ZEE sejumlah 2.692.762 km, luas perairan dalam pedalaman 2.012.392 km, dan luas daratan 2.012.402 dengan luas total perairan Indonesia adalah 5.877.879 km. Perairan laut Indonesia memiliki posisi geografis strategis sebagai jalur komersial dan militer. Dikatakan demikian sebab Indonesia merupakan lintasan jalur pelayaran penghubung Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia dan Benua Asia dengan Benua Australia untuk kepentingan perdagangan maritim internasional dan militer global. Potensi sumber daya alam hayati dan nonhayati maritim Indonesia sangat besar dan beragam. Cakupan teritori yang luas dan posisi geografis lautan Indonesia yang terletak di lintasan khatulistiwa, di antara dua samudra, menyediakan kekayaan sumber daya alam.[5]

E.     Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia bermata pencaharian:
1.       Pertanian
Pertanian merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan.Masyarakat agraris mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utamanya.Berdasarkan bentuknya, pertanian dapat dibedakan sebagai berikut.
a.       Persawahan
Persawahan merupakan pertanian tetap (tidak berpindah) yang menggunakan lahan basah yang diairi secara teratur.Tanaman yang biasanya ditanam pada persawahan adalah padi. Berdasarkan cara pengairannya, persawahan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
·      Persawahan irigasi, yakni persawahan yang menggu-nakan sistem pengairan tetap dan teratur dengan membangun saluran pengairan yang mengambil sumber air dari sungai atau danau atau dikenal dengan istilah irigasi.
·      Persawahan lebak yaitu persawahan yang berada di kanan kiri sungai-sungai yang besar. Sistem pengairannya mengandalkan air sungai yang ada.
·      Persawahan tadah hujan, yakni persawahan yang sistem pengairannya mengandalkan air hujan atau tergantung pada curah hujan. Pada musim kemarau, biasanya lahan ditanami tanaman-tanaman palawija.
·      Persawahan pasang-surut, yakni persawahan yang sistem pengairannya memanfaatkan air muara atau rawa yang pasang. Oleh karena itu, persawahan ini biasanya ditemukan di kawasan pantai atau sungai besar yang landai dan memiliki lahan pasang surut.
b.      Tegalan
Selain persawahan, usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan lahan kering yang disebut dengan tegalan.Tegalan berlokasi pada lahan yang tetap, tidak berpindah-pindah.Tanaman-tanaman yang ditanam pada tegalan biasanya lebih beragam dibandingkan ladang.
c.       Perladangan
Selain dilakukan secara menetap, pertanian juga bisa dilakukan secara berpindah-pindah yang disebut dengan perladangan. Perladangan merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan dengan cara berpindah-pindah (nomaden) untuk mencari lahan-lahan kosong yang bertanah subur. Lahan yang digunakan dalam perladangan biasanya merupakan lahan kering.Selain berpindah-pindah, pertanian ladang juga belum mengenal sistem irigasi, pengolahan tanah, dan pemupukan. Perladangan biasanya dilakukan penduduk dengan cara membabat pepohonan pada lahan yang ada di hutan dan kemudian ditanami dengan tanaman-tanaman tertentu. Tanaman yang biasa ditanam di ladang antara lain tanamantanaman palawija, padi huma, umbi-umbian, dan lainnya.
Perladangan kurang baik bagi kelestarian hutan, bila berlangsung secara terus-menerus dapat membuat hutan menjadi gundul sehingga tanah mudah terkena erosi.Sistem pertanian ladang atau petani nomaden banyak dijumpai di daerah-daerah yang masih mempunyai kawasan hutan yang luas seperti Kalimantan, Sumatra, dan Papua.
2.      Perkebunan
Tanaman yang ditanam pada perkebunan tidak terbatas pada tanaman pangan utama, namun juga berbagai jenis tanaman pangan tambahan semacam buah-buahan dan sayur-sayuran. Beberapa jenis tanaman yang diperlukan dalam industri juga biasanya ditanam di perkebunan, misalnya kapas, kelapa sawit,  tembakau, dan sebagainya.
Perkebunan dapat dijalankan pada lahan yang sempit seperti pekarangan rumah maupun luas yang memerlukan modal besar.


3.      Peternakan
Usaha pembudidayaan hewan-hewan darat yang diperlukan oleh manusia, baik untuk dikonsumsi, maupun untuk tujuan lainnya dinamakan peternakan. Faktor-faktor yang mendorong usaha peternakan di Indonesia antara lain sebagai berikut.
a.       Mempunyai padang rumput yang luas.
b.      Iklimnya cocok untuk persyaratan hidup ternak.
Sedangkan manfaat dari peternakan yaitu dapat dimanfaatkan tenaganya, daging, kulit, susu, dan kotorannya untuk pupuk pertanian serta membuka lapangan kerja peternakan untuk masyarakat sekitarnya.
Peternakan biasanya merupakan mata pencaharian sampingan dari penduduk yang menjalankan usaha pertanian.Berdasarkan jenis hewan yang diternakkan, peternakan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan hewan unggas.
4.      Perikanan
Negara kita kaya akan potensi perikanan. Selain memiliki laut yang luas dan garis pantai yang panjang, Indonesia juga memiliki sumber air darat yang melimpah.Semua potensi tersebut dapat digunakan untuk mendukung sektor perikanan.
Berdasarkan jenis perairannya, usaha perikanan dapat dibedakan sebagai berikut.
a.       Perikanan Darat
Perikanan darat merupakan usaha pembudidayaan atau penangkapan ikan yang dilakukan di daratan.Pembudidayaan perikanan darat dapat dilakukan di tambak, keramba, kolam, empang, dan lainnya.Perikanan darat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1)      Perikanan air payau, dilakukan di tepi-tepi pantai yang datar dalam bentuk tambak atau empang. Jenis ikan yang diusahakan adalah udang dan bandeng.
2)      Perikanan air tawar, meliputi perikanan di sawah, kolam, danau, sungai, dan keramba. Jenis-jenis ikan yang diusahakan adalah ikan mas, nila, lele, gurami.
b.      Perikanan Laut
Usaha pembudidayaan atau penangkapan hewan-hewan laut disebut dengan perikanan laut.Penangkapan hewan-hewan laut biasanya dilakukan oleh penduduk yang tinggal di kawasan pesisir.Nelayan biasanya menangkap hewan-hewan laut di kawasan laut-laut dangkal atau zona neritik.Secara tradisional, para nelayan biasanya menggunakan perahuperahu kecil. Penangkapan besar-besaran biasanya menggunakan perahu motor yang besar. Jenis peralatan yang digunakan untuk menangkap ikan sangat beragam, misalnya pancing, jala, jaring, sero, dan lainnya.Potensi perikanan laut Indonesia sangat besar, karena hampir 60% wilayah Indonesia merupakan perairan laut. Jenis ikan yang dihasilkan antara lain tongkol, cucut, dan tuna.
5.      Kehutanan
Lebih dari 50% kawasan darat di Indonesia adalah hutan.Hutan merupakan kawasan yang ditumbuhi beragam jenis pohon.Di kawasan hutan, biasanya tinggal berbagai jenis binatang yang menggantungkan kehidupannya pada hasil-hasil hutan.Sebagai negara yang berada di lintang khatulistiwa, Indonesia memiliki banyak hutan karena curah hujan yang tinggi.
Secara umum fungsi dan manfaat hutan dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu sebagai berikut.
a.       Fungsi hidrologis yaitu dapat menyimpan cadangan air.
b.      Fungsi ekonomis yaitu dapat diambil hasilnya untuk kegiatan produksi sehingga mendatangkan devisa bagi negara.
c.       Fungsi klimatologis yaitu dapat mengatur cuaca atau iklim dan menyegarkan udara.
d.      Fungsi orologis yaitu untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
6.      Pertambangan
Pertambangan dilakukan manusia dengan menggali, mengambil, dan mengolah sumber daya alam yang terdapat di perut bumi untuk memenuhi sebagian kebutuhan manusia.Kegiatan pertambangan tidak terbatas pada upaya penggalian dan pengambilan saja, namun juga meliputi upaya-upaya pengolahan sumber daya tersebut untuk dijadikan barang setengah jadi sebagai bahan dasar industri.
Secara garis besar barang tambang dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a.       Berdasarkan manfaat atau kegunaannya, barang tambang dapat dibedakan ke dalam tiga golongan, yaitu:
1)   Golongan A, yaitu barang tambang strategis dan penting untuk perekonomian negara. Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, bijih besi, tembaga, dan nikel.
2)   Golongan B, yaitu barang tambang yang vital dan penting bagi kehidupan orang banyak atau penting untuk hajat hidup orang banyak. Contohnya emas, perak, belerang, fosfat, dan mangan.
3)   Golongan C, yaitu barang tambang yang secara langsung digunakan untuk bahan keperluan industri. Contohnya batu gamping, kaolin, marmer, gips, dan batu apung.
b.      Berdasarkan bentuknya, barang tambang dikelompokkan sebagai berikut.
1)      Barang tambang berbentuk energi, yaitu barang tambang yang dapat menghasilkan tenaga atau energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, dan uranium.
2)      Barang tambang berbentuk mineral logam. Contohnya timah, tembaga, bijih besi, emas, perak, dan nikel.
3)      Barang tambang berbentuk mineral bukan logam. Contohnya intan, belerang, gamping, marmer, pasir kwarsa, dan fosfat.
7.      Perindustrian
Perindustrian merupakan usaha manusia untuk mengubah bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi.Bidang perindustrian merupakan bidang pencaharian yang terus meningkat.Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus mendorong bidang perindustrian agar lebih maju, sehingga dapat menampung banyak tenaga kerja. Berdasarkan besaran proses produksinya, industri dapat digolongkan menjadi industri kecil, industri menengah, dan industri besar.
a.       Industri Kecil
Industri kecil merupakan kegiatan industri dalam skala terbatas.Jenis industri ini biasanya berbasis pada rumah tangga.Jumlah tenaga kerjanya pun terbatas dan teknologi yang digunakan dalam industri ini tidak terlalu kompleks. Contohnya antara lain rumah batik, pembuatan makanan ringan, pembuatan anyam-anyaman, dan sebagainya.
b.      Industri Menengah
Industri menengah merupakan kegiatan industri yang tidak berbasis pada rumah tangga.Jumlah tenaga kerjanya lebih banyak dari industri kecil dan teknologi yang digunakan dalam industri ini sudah mulai melibatkan mesin-mesin dalam jumlah terbatas. Contohnya antara lain industri percetakan, konfeksi, dan penggergajian kayu.

c.       Industri Besar
Industri besar kegiatannya dalam skala besar. Jenis industri ini memerlukan modal besar, dengan jumlah tenaga kerja sangat banyak, dan teknologi yang digunakan sangat kompleks yaitu melibatkan mesin-mesin berukuran besar  dalam jumlah banyak. Contohindustri besar adalah pembuatan mobil, pesawat terbang, dan pengolahan besi.
8.      Pariwisata
Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan rekreasi. Mata pencaharian di sektor pariwisata beragam jenisnya, antara lain berupa penjualan jasa sebagai pemandu (guide), penyedia penginapan (akomodasi), hingga agen perjalanan. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kawasan dan potensi pariwisata.Keindahan alam Indonesia sangat terkenal hingga ke berbagai negara.Namun, masih sedikit penduduk Indonesia yang bekerja di bidang pariwisata.
Daerah wisata Indonesia cukup banyak. namun tempat wisata yang termasyur di seluruh dunia adalah Pulau Bali. Di Bali terdapat Pantai Sanur, Pantai Kute, Tampak Siring, Pure Bakasih dan lain-lain. Selain Bali, sebenarnya masih banyak objek-objek pariwisata di Indonesia, seperti Danau Toba, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, dan lain sebagainya.
9.      Transportasi dan Jasa
Jasa merupakan usaha manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai atau melaksanakan sesuatu.Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan pemindahan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya.Pencaharian penduduk dalam bidang ini pun sangat beragam.Bidang jasa dan transportasi terutama menjadi pilihan pencaharian masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya antara lain adalah pekerjaan sebagai penerjemah, penyewaan barang, pengemudi, pilot, masinis, dan sebagainya.
10.  Perdagangan
Perdagangan dilakukan untuk menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari produsen pada konsumen. Perdagangan diperlukan karena adanya perbedaan jumlah barang atau komoditi tertentu antara suatu kawasan dengan kawasan lain. Berdasarkan besaran dan jenis barang, perdagangan dapat dikelompokkan menjadi perdagangan kecil, perdagangan menengah, dan perdagangan besar.Perdagangan kecil, kegiatannya berupa penyaluran barang langsung kepada pembeli (eceran).Perdagangan menengah kegiatannya berupa penyaluran barang dari pedagang besar pada pedagang kecil sehingga tidak melibatkan konsumen.Perdagangan besar kegiatan melibatkan produsen barang atau pemilik barang dalam jumlah besar dengan para pedagang menengah.[6]























BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Letak Indonesia dapat dilihat secara geografis dan astronomis.Secara geografis berada diantara dua benua dan dua samudera, yaitu benua Asia dan benua Australia, serta samudera Pasifik dan Hindia. sedangkan secara astronomis Indonesia terletak pada  60 LU – 110 LS dan 940 BT – 1410 BT. Dengan letak seperti itu, maka Indonesia memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. pergantian musim terjadi 6 bulan sekali. selain mempunyai dua musim, ternyata letak Indonesia juga mempengaruhi keadaan penduduknya dimana masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam suku, bahasa, budaya dan yang lainnya sehingga memicu terjadinya masyarakat multikultural. Letak Indonesia juga berpengaruh terhadap flora dan faunanya, mata pencaharian, serta bentuk wilayah.
Bentuk wilayah negara Indonesia adalah kepulauan dan kelautan (maritim), sehingga memunculkan mata pencaharian masyarakatnya antara lain: pertanian, pertenakan, pertambangan, perindustrian, perhutanan, perikanan dan sebagainya.















DAFTAR PUSTAKA

Caroline Arnold. 2001. Geografi: aktivitas untuk menjelajahi, memetakan dan menikmati duniamu. Bandung: pakar raya.
Hasan Budi Sulistiyo dan Bambang. 2007. IPS Geografi. Jakarta: Erlangga.
Ginting Fathurahman. 2007. IPS Geografi. Jakarta: Erlangga.
Suprihartoyo dkk, 2009, Ilmu Pengetahuan Sosial 1. Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
http//www.penduduk Indonesia//budiman santoso.com





[1] Caroline Arnold. 2001. Geografi: aktivitas untuk menjelajahi, memetakan dan menikmati duniamu. Bandung: pakar raya. Hal: 12.
[2] Hasan Budi Sulistiyo dan Bambang. 2007. IPS Geografi. Jakarta: Erlangga. Hal: 4-5.
[3] Caroline Arnold. 2001. Geografi: aktivitas untuk menjelajahi, memetakan dan menikmati duniamu. Bandung: pakar raya. Hal: 14.
[4] Ginting Fathurahman. 2007. IPS Geografi. Jakarta: Erlangga. Hal: 85-88.
[5] http//www.penduduk Indonesia//budiman santoso.com
[6] Suprihartoyo dkk, 2009, Ilmu Pengetahuan Sosial 1. Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. hal: 263 – 271

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar